Image default

10 Film Dokumenter Indonesia Terbaik. Wajib Nonton!

Dunia perfilman Indonesia bisa dibilang tidak pernah kehabisan tontonan berkualitas di segala genre, salah satunya film dokumenter. Bahkan film dokumenter Indonesia punya cerita yang sangat menarik dengan mengedepankan tema yang diambil dari sudut pandang berbeda, yang akhirnya jadi tontonan yang keren dan berkualitas.

Perlu diketahui, film dokumenter adalah sebuah film yang berisikan dokumentasi kisah nyata. Beberapa film dokumenter kepunyaan Indonesia pun bahkan ada yang sampai mendapat penghargaan dan diakui dunia Internasional. Nah, berikut ini beberapa film dokumenter Indonesia terbaik yang harus kamu tonton:

1. Orang Rimba – The Life of Suku Anak Dalam (2021)

Film Dokumenter Indonesia Orang Rimba

Film dokumenter Indonesia terbaru satu ini pertama kali tayang bertepatan dengan Hari Film Nasional pada 30 Maret 2021 lalu. Mengangkat cerita tentang amanat leluhur suku orang Rimba di Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi ini adalah buatan dosen serta mahasiswa dari Politeknik Sriwijaya (Polsri).

Film ini dibuat setelah salah satu tim pembuatan melakukan penelitian di Suku anak Dalam. Dan dalam penelitian tersebut, para sesepuh atau mereka yang dituakan menyatakan rasa gelisah atas falsafah hidup serta hukum orang rimba yang mulai luntur. Berawal dari kegelisahan inilah, mereka akhirnya mendokumentasikan nilai-nilai, pemikiran serta falsafah hidup para sesepuh, seperti cara mereka hidup, berkomunikasi sampai upaya untuk melestarikan budayanya.

Baca Juga: 5 Film Dokumenter Sejarah, Seru dan Wajib Ditonton!

Film ini sendiri sudah digarap sejak Agustus 2019, lho. Kamu bisa menonton film dokumenter berdurasi 1 jam 52 menint ini di YouTube, ya.

2. Diam dan Dengarkan (2020)

Diam & Dengarkan Film Dokumenter Indonesia yang cukup menarik

Diam dan Dengarkan adalah salah satu film dokumenter Indonesia tentang lingkungan yang bisa ditonton gratis di YouTube.

Film ini sendiri terdiri dari 6 segmen dengan durasi hampir 1,5 jam. Tiap segmennya diceritakan oleh narator, yang ternyata merupakan artis muda hingga artis senior seperti Christine Hamik, Arifin Putra, Dennis Adhiswara, Nadine Alexandra, Eva Celia dan juga Andien Aisyah.

Karena pengerjaannya yang dibuat saat pandemi, akhirnya Anatman Pictures menggunakan dokumen yang tersebar secara publik, namun tetap memperhatikan hak cipta dari karya yang mereka gunakan tersebut. Bahkan beberapa narasumber dihadirkan dan diwawancarai secara daring.

3. You and I (2020)

You & I

You and I ini mengisahkan tentang dua sahabat, Kaminah dan Kusdalini, di mana keduanya bertemu di penjara tahun 1965, saat usia Kaminah 17 tahun dan Kusdalini 21 tahun. Kusdalini diceritakan terlebih dulu bebas dari penjara, namun persahabatan mereka tidak terputus hanya karena harus berpisah sementara. Kusdalini tetap mengunjungi Kaminah, hingga ia dinyatakan bebas 5 tahun kemudian.

Namun begitu bebas, Kaminah ditolak oleh keluarganya karena statusnya sebagai mantan tahanan politik. Kusdalini pun menerima dan mengizinkan Kaminah untuk tinggal bersamanya. Sejak saat itu keduanya selalu bersama di Solo. Hingga mereka lanjut usia, keduanya masih berjualan kerupuk untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Film tentang persahabatan yang terjalin selama lebih dari 50 tahun ini pernah meraih penghargaan salah satunya adalah Asian Perspective Award dari 12th DMZ International Documentary Film Festival. Kamu juga bisa menonton film ini di bioskop online.

4. Sexy Killers (2019)

Sexy Killers Menjadi Film Dokumenter Indonesia yang cukup mengejutkan

Kalau mendengar atau melihat judulnya, mungkin kamu akan inget suatu waktu di mana film dokumenter ini sempat membuat geger dunia maya karena perilisannya di saat kondisi politik di Indonesia sedang memanas, yaitu menjelang pemilu 2019.

Film dokumenter yang disutradari Dandhy Dwi Laksono dan Ucok Suparta ini mengambil kisah hubungan antara industri bahan bakar fosil dengan sejumlah elit politik di Indonesia.

Film ini adalah bagian akhir dari 12 seri dokumenter ‘Ekspedisi Indonesia Biru’ yang juga ramai. Menonton film dokumenter satu ini bisa dibilang bisa membantu menyadarkan kita seberapa pentingnya meningkatkan kepedulian ke lingkungan dan juga melakukan hemat energi.

Baca Juga: Seru! 6 Film Dokumenter Terbaik Sepanjang Masa

5. Nyanyian Akar Rumput (2018)

Nyanyian Akar Rumput

Film Nyanyian Akara Rumput ini adalah sebuah film dokumenter sejarah Indonesia yang menceritakan kisah Fajar Merah, putra dari Wiji Thukul, seorang penyair dan aktivis yang hilang di masa Orde Baru. Film karya Yuda Kurniawan ini mulai diproduksi dari 2014 hingga rilis di tahun 2018.

Judul Nyanyian Akar Rumput sendiri berasal dari salah satu puisi Wiji Thukul. Selama 2014 hingga 2018 tersebut seluruh kehidupan Fajar Merah dan anggota keluarganya setelah sang ayah menghilang didokumentasikan dalam film ini.

Film ini pun pernah meraih penghargaan Piala Citra sebagai Film Dokumenter Panjang Terbaik dan juga PIala Maya sebagai Film Dokumenter Panjang Terpilih.

6. Banda The Dark Forgotten Trail (2017)

Film Dokumenter Banda The Dark Forgotten Trail

Film dokumenter Indonesia berikutnya ini mengambil latar di Maluku, daerah di Indonesia yang terkenal dengan rempah yang banyak dimintai para kolonial Eropa. Film yang dibuat berdurasi 99 menit ini sempat menuai kontroversi, bahkan dilarang pemutarannya karena dianggap bisa memicu konflik, seperti konflik antar suku di Maluku.

Tidak sedikit orang yang menganggap kalau film ini memutarbalikkan sejarah 350 tahun lalu. Dan salah satu yang menjadi kontroversi adalah saat diceritakan terjadinya pembantaian massal terhadap warga lokal serta terjadinya perbudakan pertama di Nusantara, yang terjadi di Kepulauan Banda, Maluku.

Kejadian ini pun terjadi karena adanya perseteruan antar bangsa ketika memperebutkan rempah yang lebih berharga daripada emas, yaitu pala. Pala pun akhirnya jadi komoditas yang melimpah di Banda.

7. Negeri Dongeng (2017)

Negeri Dongeng

Kamu yang suka mendaki gunung, harus menonton film dokumenter ini. Menceritakan tentang keindahan alam yang dimiliki Indonesia yang layaknya sebuah negeri dongeng melalui petualangan beberapa pendaki gunung.

Di film ini juga dibahas mengenai kondisi sosio-masyarakat yang tinggal di sekitar pegunungan dan juga bagaimana mereka berteman dan bekerjasama dengan alam.

Film ini sendiri membutuhkan waktu sekitar 3 tahun untuk pembuatannya. Ketika menonton film dokumenter ini, kamu bisa melihat hasil ekspedisi dari 7 sinematografer, seperti Anggi Frisca, Teguh Rahmadani, Rivan Hanggarai, Jogie KM Nadeak, Yohanes Pattiasina dan juga Wihana Erlangga.

8. Senyap (2015)

Film Senyap Dokumenter Indonesia yang Memenangi Piala Oscar

Dokumenter yang satu disutradari oleh sutradara asal Amerika Serikat bernama Joshua Oppenheimer. Senyap ini menceritakan tentang kisah salah satu korban dan keluarga yang dituduh sebagai bagian dari PKI.

Senyap atau The Lock of Silence ini pun pernah menjadi film pertama Indonesia yang bisa masuk dalam nominasi Oscar. Pemutaran perdana film inipun dilakukan untuk memperingati hari HAM sedunia.

9. Jagal (The Act of Killing) (2012)

The Act of Killing Film Dokumenter Indonesia

Satu lagi karya dari Joshua Oppenheimer dalam film dokumenter Indonesia. Film satu ini bisa dibilang sempat jadi bahan pembicaraaan, karena cerita yang diambil terbilang sensitive. Film Jagal atau The Act of Killing ini mengangkat kisah pelaku pembunuhan anti-PKI di tahun 1965 sampai 1966. Saat itu terjadi pembantaian ratusan warga sipil yang dianggap sebagai anggota Partai Komunis Indonesia.

Walaupun sensasional, namun film ini pernah masuk dalam Academy Awards dan mendapat nominasi film dokumenter terbaik. Penghargaan lain yang berhasil didapat film ini pun yaitu dari British Academy Film and Televisions Art 2013.

10. Heaven for Sanity (2008)

Heaven for Sanity

Yang terakhir, film dokumenter Indonesia yang meneritakan tentang Lembaga kejiwaan. Diceritakan dalam film ini yaitu seorang pria bernama Watmo, yang hidup sesuai kemauannya. Mungkin dilihat sekilas, ia sebagaimana orang dengan gangguan kejiwaan. Hingga ia pun dibawa ke Lembaga kejiwaan di pinggiran Jakarta.

Saat di Lembaga kejiwaan, hidup Watmo bisa dibilang tidak bebas, berbeda dari kehidupannya sebelumnya. Ia harus mengikuti aturan yang ada, bahkan ia beberapa kali harus dirantai. Setelah seminggu di sana, Watmo dinyatakan sembuh dan boleh meninggalkan tempat yang berbanding terbalik dengan imajinasi yang dimilikinya.

Baca Juga: Para Army Wajib Nonton 4 Film Dokumenter BTS

Film ini pernah meraih penghargaan film dokumenter pendek dalam Festival Film International Anuu-ru Aboro 2011 di New Caledonia, Prancis.

Film dokumenter Indonesia terbaik di atas punya jalan cerita yang menarik dan unik, bahkan mungkin mengangkat kisah yang sebelumnya tidak kita ketahui. Jangan lupa menonton film-film dokumenter Indonesia terbaru dan terbaik di atas, ya!

Related posts

Sinopsis Squid Game, Drama Serial Netflix Yang Penuh Intrik

Rostina Alimuddin

7 Rekomendasi Film Mafia Terbaik yang Seru dan Menegangkan!

Marsyaviani Darestuti

Paling Inspiratif, Inilah 7 Film Motivasi Terbaik yang Wajib Ditonton

Risma Mualifa