Image default

Keputihan Berwarna Coklat Pada Remaja: Perlu Khawatir atau Tidak?

Promo 17 - 30 Juni 2022 Gambar Horizontal

Keputihan merupakan hal yang sering dialami oleh sebagian besar wanita, termasuk remaja putri. Pada dasarnya, keputihan merupakan mekanisme untuk melembabkan dan membersihkan organ intim wanita sehingga merupakan mekanisme normal untuk melawan sekaligus mencegah infeksi.

Sesuai dengan Namanya, keputihan yang normal adalah tidak berwarna atau bening atau berwarna putih agak cair sampai sedikit kental. Namun, kadang ada juga yang mengalami keputihan berwarna coklat pada remaja.

Keputihan Warna Coklat Pada Remaja

Keputihan Berwarna Cokelat

Sumber Gambar: UNS

Ketika mengalami keputihan berwarna coklat, biasanya wanita cukup merasa khawatir karena takut keputihan tersebut sebagai indikasi adanya masalah yang serius. Namun, sebenarnya kebanyakan kasus keputihan berwarna coklat pada remaja adalah hal yang wajar.

Baca Juga: 5 Penyebab Keputihan Terus Menerus dan Mengatasinya

Keputihan berwarna coklat biasanya muncul saat siklus menstruasi yakni di awal siklus maupun di akhir. Keputihan sebelum menstruasi kadang diikuti sedikit darah. Ketika lapisan rahim mulai mengalami peluruhan. Darah akibat peluruhan Rahim akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai ke vagina dan membuatnya bercampur dengan oksigen atau mengalami oksidasi. Oksigen inilah yang mengubah warna merah menjadi kecoklatan. Ketika proses keluar dari vagina, darah coklat tersebut akan bercampur dengan lendir sehingga keputihan pun berwarna coklat.

Untuk mengetahui apakah keputihan berwarna coklat tersebut merupakan hal normal atau tidak, cobalah untuk memperhatikan waktu siklus menstruasi. Jika keputihan tersebut muncul dalam rentang siklus, maka ini merupakan hal normal.

Remaja yang sedang mengalami pubertas biasanya memiliki siklus menstruasi yang belum teratur, mulai dari awal mengalami menstruasi hingga sekitar 2 tahun pertama. Hal ini disebabkan karena hormon remaja yang masih belum seimbang. Jadi ketika menstruasi, yang muncul tidak selalu darah dengan jumlah yang banyak, tetapi juga bisa berupa keputihan berwarna coklat.

Hal ini biasanya juga terjadi pada keputihan setelah menstruasi. Darah yang tinggal sedikit juga akan teroksidasi dan bercampur lendir sehingga keputihan setelah menstruasi biasanya juga berwarna kecoklatan dan tidak perlu dikhawatirkan.

Cara paling mudah untuk membedakan apakah keputihan coklat itu menstruasi atau keputihan adalah mengamati gejala lainnya. Seseorang yang mengalami menstruasi biasanya juga mengalami beberapa gejala PMS (Premenstrual symptoms) seperti mudah lelah, keram perut, dan sakit kepala. Jika disertai gejala tersebut maka keputihan tersebut adalah menstruasi. Mengompres hangat di bagian perut dan minum obat penahan sakit merupakan cara yang umum untuk mengatasi ketidaknyamanan dari PMS.

Keputihan Warna Coklat yang Perlu Diwaspadai

Selain dari efek menstruasi, kondisi keputihan warna coklat juga bisa menjadi tanda kondisi abnormal. Ada beberapa penyebab keputihan warna coklat yang abnormal, seperti:

  • Kista ovarium
  • Penggunaan kontrasepsi hormonal, contohnya pil KB
  • Terjadi ovulasi di puncak masa subur
  • Endometriosis
  • Infeksi pada organ kewanitaan
  • Penyakit menular seksual
  • PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome)
  • Penyakit radang panggul
  • Polip rahim
  • Atrofi vaginitis karena rendahnya hormone estrogen

Bagaimana Mencegah Keputihan Coklat yang Abnormal

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah keputihan berwarna coklat yang abnormal, diantaranya:

  • Selalu menjaga kebersihan organ kewanitaan
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Minum air mineral 2-3 liter per hari
  • Menghindari konsumsi minuman kafein seperti teh dan kopi serta minuman beralkohol
  • Membasuh organ intim dengan air hangat
  • Berolahraga secara rutin
  • Mengelola stress
  • Memakai pakaian dalam yang berbahan lembut, tidak ketat, dan memastikan pakaian dalam tidak lembab,

Jika keputihan berwarna coklat berlangsung lama atau bertambah parah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya diikuti dengan gejala lain seperti menstruasi lebih dari satu minggu, terjadi pendarahan di luar periode menstruasi, demam, dan gejala lainnya. Biasanya dokter akan melakukan observasi fisik dan melihat rekam medis. Penunjang lainnya adalah melalui USG, tes darah, dan tes cairan vagina.

Demikian pembahasan mengenai keputihan coklat pada remaja. Secara umum keputihan tersebut adalah hal yang normal karena merupakan proses kimia di awal dan akhir proses menstruasi. Namun Anda perlu memberikan perhatian khusus ketika disertai dengan gejala-gejala lain yang tidak normal. Semoga informasi di atas cukup membantu menjawab kegelisahan Anda terkait keputihan berwarna coklat pada remaja.

Promo 17 - 30 Juni 2022 Gambar Horizontal

Related posts

Makin Langka, Jajanan Jadul Indonesia yang Legend

Linda Arista

Merusak Moral, Inilah 6 Gaya Hidup Barat yang Perlu Dihindari

Risma Mualifa

Mimpi Bertemu Teman Lama? Ternyata Ini Artinya

Marsyaviani Darestuti
Promo Aol 17 - 30 Juni 2022