Image default
Life

Merusak Moral, Inilah 6 Gaya Hidup Barat yang Perlu Dihindari

Perkembangan zaman membawa banyak sekali perubahan dalam kehidupan. Termasuk masuknya budaya barat ke Indonesia atau yang sering disebut dengan istilah westernisasi. Budaya barat yang masuk negara ini secara perlahan mengubah sebagian gaya hidup. Jadilah gaya hidup Barat menjadi suatu hal yang umum ditemukan di kalangan masyarakat. Bersama dengan masuknya budaya barat, muncul juga dampak di masyarakat baik yang positif maupun yang negatif.

Dampak positif dari westernisasi adalah kemajuan yang bisa dirasakan manfaatnya. Masyarakat bisa mengenal berbagai kecanggihan teknologi dan bagaimana menggunakannya untuk kemudahan sehari-hari. Selain itu, berbagai penemuan baru di bidang keilmuan juga turut membawa manfaat. Kehidupan masyarakat saat ini menjadi lebih modern dan mulai meninggalkan cara lama yang terkesan merepotkan dan tidak praktis.

Baca Juga: Dampak Globalisasi yang Tidak Baik bagi Anak Muda adalah Sebagai Berikut

Cepatnya laju informasi membuat gaya hidup Barat begitu mudah masuk dan diterapkan di Indonesia. Sayangnya, ada dampak buruk yang dihasilkan dari gaya hidup kebarat-baratan. Apalagi dampak buruknya bisa sampai merusak moral. Oleh karena itu, semua orang perlu mengenali gaya hidup orang Barat yang memiliki sisi buruk agar bisa menghindari bahayanya. Berikut ini adalah beberapa contoh gaya hidup orang Barat yang tidak cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia.

1. Individualis

Gaya Hidup barat, individualism
Source: Medium.com

Bangsa Indonesia terkenal dengan masyarakatnya yang ramah dan memiliki kepedulian tingkat tinggi. Terbukti bahwa nilai gotong royong dan kerja sama sudah ditanamkan sejak dini melalui pendidikan keluarga maupun pendidikan formal. Dapat terlihat bahwa orang Indonesia sangat akrab dengan aktivitas yang dilakukan bersama-sama, misalnya kerja bakti atau membantu tetangga yang sedang mendirikan rumah.

Nilai gotong royong dan kerja sama sayangnya mulai terkikis dengan masuknya pengaruh gaya hidup barat yang cenderung individualis. Sekarang sudah jarang sekali ditemukan orang yang melakukan pekerjaan bersama-sama untuk tujuan membantu sesama. Bahkan hampir tidak ada lagi perkumpulan untuk sekadar saling mengobrol. Orang zaman sekarang lebih sibuk dengan diri masing-masing dan terkesan tidak peduli dengan sekitarnya.

2. Hedonis

Hedonis diartikan sebagai gaya hidup yang suka hura-hura, bersenang-senang menghamburkan uang, boros dan memamerkan kekayaan. Gaya hidup yang demikian sangat mudah ditemukan di kalangan pemuda di negara-negara barat. Sebab memang negara barat termasuk negara maju yang tingkat ekonominya lebih tinggi. Sudah bukan hal aneh lagi kalau pemuda di negara-negara maju sering mempertontonkan kemewahan terlebih sekarang begitu mudah membagikan momen apa saja di media sosial.

Kebiasaan hidup hura-hura merupakan cara hidup yang berdampak negatif. Sayangnya hal tersebut kurang disadari oleh pemuda di Indonesia dan bahkan mereka cenderung untuk menirukannya. Padahal tidak ada manfaat yang bisa didapat dari gaya hidup hedonis. Gaya hidup barat tersebut bisa menyengsarakan apalagi jika terlalu memaksakan diri tanpa tahu batasan masing-masing.

3. Terlalu Bebas

gaya hidup barat yang terlalu bebas
Source: GoMarry.com

Kehidupan orang Indonesia begitu diatur oleh norma dan nilai yang berlaku di agama maupun yang dianut di masyarakat. Hidup bebas masih menjadi salah satu larangan yang berlaku. Salah satu contohnya bisa ditemukan pada pernikahan yang wajib dilaksanakan demi menghindari gaya hidup bebas antara pria dan wanita. Sepasang suami istri akan jauh terkesan lebih terhormat dibanding pria dan wanita yang hidup bersama tanpa ikatan resmi.

Sementara kebebasan di luar negeri begitu dijunjung tinggi dan dianggap sebagai hak semua orang. Masih dalam contoh yang sama yaitu pernikahan, orang-orang di negara barat bisa mengabaikan aturan tersebut dan hidup bersama lawan jenis tanpa kejelasan status. Tentu saja gaya hidup barat yang semacam ini tidak seharusnya diikuti atau bahkan dianggap sebagai kemajuan zaman. Bagi mereka, tidak penting adanya komitmen dalam suatu hubungan dan hanya mengutamakan rasa ketertarikan satu sama lain.

Tidak hanya pernikahan lawan jenis, hubungan sejenis juga bahkan dilegalkan di beberapa negara. Hubungan sejenis dianggap sebagai suatu hal yang menghargai hak asasi manusia. Padahal di Indonesia, semua agama dan aturan masyarakat tidak ada satupun yang membenarkan hubungan sesama jenis. Penting bagi semua orang untuk memahami bahaya hubungan terlarang itu agar bisa menghindarinya.

4. Dunia Malam

Masih berkaitan erat dengan kebebasan, orang di negara-negara barat juga sangat akrab dengan dunia malam. Dunia malam sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari keseharian. Menghabiskan seluruh malam di tempat hiburan bukan lagi hal yang yang asing dilakukan para kaum muda. Tidak hanya itu, mereka juga terbiasa mengonsumsi minuman beralkohol hingga obat-obatan terlarang.

Salah satu aktivitas yang juga berhubungan dengan dunia malam adalah berjudi. Banyak sekali negara-negara barat yang memberlakukan legalitas judi. Di negara-negara tersebut, casino atau pusat perjudian mewah bisa dengan mudah ditemukan. Di dalam casino, berbagai permainan judi tersedia untuk semua pemain dari berbagai kalangan. Casino juga dilengkapi dengan sederet fasilitas mewah untuk memanjakan para pengunjung.

Gaya hidup barat yang erat dengan dunia malam juga sudah masuk dalam kehidupan rakyat Indonesia. Terbukti dari banyaknya tempat hiburan malam yang tersedia saat ini dengan segala aktivitas negatif di dalamnya. Bahkan keberadaan tempat hiburan mala mini sudah masuk dalam level sulit diberantas. Hal yang bisa dilakukan agar tidak terbawa pengaruh buruk dunia malam adalah dengan menjaga diri dan keluarga serta membekali keluarga dengan nilai dan norma positif.

5. Materialistis

Gaya hidup barat materialistik
Source: Listenmoneymatters.com

Bekerja dengan giat untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup adalah hal yang memang penting untuk dilakukan. Akan tetapi, cara bekerja yang sampai harus mengorbankan orang lain demi bisa mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya bukan sesuatu yang bagus untuk dilakukan. Hanya demi bisa mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya, bukan berarti harus mendatangkan kerugian bagi orang lain.

Baca Juga: Hati-hati, Beginilah 6 Bahaya Gaya Hidup Sok Kaya

Dengan perkembangan ekonomi yang tinggi di negara-negara barat, sifat materialistis sudah sangat umum ditemui. Banyak orang yang hanya memikirkan keuntungan pribadi tanpa mempedulikan keadaan lingkungan dan orang-orang di sekitar. Gaya hidup barat yang demikian pastinya tidak patut dicontoh. Bagaimanapun kebutuhan hidup, semua manusia pasti akan selalu hidup berdampingan dengan manusia lain. Maka sifat kemanusiaan masih harus tetap dipertahankan di atas sifat materialistis.

6. Hilangnya Rasa Malu

Sebenarnya inti dari semua gaya hidup kebarat-baratan yang dinilai bisa merusak moral adalah hilangnya rasa malu. Terutama pada kaum wanita, rasa malu seharusnya bisa menjadi pelindung dari berbagai pengaruh buruk yang mungkin bisa terjadi di lingkungan. Namun rasa malu justru tidak lagi ditemui pada gaya hidup orang barat. Mereka bisa dengan gampang berpakaian tidak pantas, hidup tanpa aturan peduli aturan benar dan salah serta mengabaikan nilai positif.

Memang tidak semua orang di negara barat menganut gaya hidup negatif dalam keseharian mereka. Masih banyak juga dari mereka yang mengerti norma serta menerapkannya dalam kehidupan. Namun sebagai bangsa yang bermoral, Indonesia harus tetap waspada terhadap pengaruh buruk gaya hidup barat. Akan tetap lebih baik jika menganut nilai kehidupan yang selama ini sudah berlaku di masyarakat Indonesia dengan segala aturannya yang jelas.

Related posts

5 Tempat Nongkrong di Bandung Paling Instagramable!

Rostina Alimuddin

Pola Hidup Sehat adalah Keharusan, Bagaimana Cara Menerapkannya?

Risma Mualifa

Hati-hati, Beginilah 6 Bahaya Gaya Hidup Sok Kaya

Risma Mualifa

Leave a Comment