Image default
Beauty

Beda Moisturizing dan Hydrating Pada Skincare

Pernah membaca label pada skincare bertuliskan moisturizing dan hydrating? Kedua istilah ini memang seringkali digunakan pada produk-produk skincare, dan sering dianggap mempunyai arti yang sama. Padahal sebenarnya ada beda moisturizing dan hydrating, lho.

Dua istilah ini umumnya dipakai pada produk skincare yang mengklaim dapat melembapkan kulit penggunanya. Walaupun memang hasil akhir yang didapat adalah kulit yang lembap, namun dalam segi artian dan fokus produknya pun tentu berbeda. Dan pastinya kamu harus tau perbedaannya, untuk bisa menentukan produk mana yang kulitmu butuhkan.

Beda Moisturizing dan Hydrating

beda moisturizing dan hydrating berdasar fungsi dan konsistensinya

Produk-produk yang punya klaim moisturizing dan hydrating umumnya diperuntukkan bagi kamu yang punya permasalahan kulit yang kering dan juga dehidrasi. Umumnya, kulit kering ini terjadi ketika sebum (minyak alami) yang dihasilkan kulit cenderung sedikit. Sedangkan kulit dehidrasi terjadi karena kurangnya kebiasaan konsumsi air, paparan iklim yang terlalu kering atau panas, paparan sinar matahari dan kebiasaan kurang tidur.

Berikut ini adalah perbedaan antara produk moisturizing dan hydrating:

1. Fokus produk skincare yang moisturizing

Produk skincare yang sifatnya moisturizing adalah produk yang ditujukan untuk para pemilik kulit kering.

Definisi dari moisturizer sendiri dapat diartikan sebagai produk yang cara kerjanya menahan kelembapan. Umumnya kandungan yang ada pada produk yang sifatnya moisturizing ini akan mencegah kelembapan alami di kulit tidak hilang. Jadi, produk ini bukan berfungsi untuk menambah kadar kelembapan atau air di kulit, malah produk ini menjaga agar sisa kelembapan kulitmu tetap ada dan tidak hilang.

2. Fokus produk skincare yang hydrating

Produk skincare yang hydrating adalah produk yang punya manfaat dalam menghidrasi kulit, atau dengan kata lain untuk mengatasi permasalahan kulit yang dehidrasi. Kulit yang dehidrasi adalah kulit yang kandungan airnya kurang, yang membuat tekstur kulit berubah. Tanda-tanda kulit dehidrasi yaitu munculnya ruam merah, peradangan dan juga kulit yang terasa gatal.

Produk hydrating sendiri adalah produk yang akan membantu membawa asupan air untuk kulit. Umumnya produk ini pun sifatnya humectant atau akan membantu proses penyerapan air ke kulit.

3. Bahan yang digunakan dan konsistensi produk

Bahan-bahan yang biasanya digunakan pada produk moisturizer adalah dimethicone, petroleum serta mineral oils. Konsistensi dari moisturizer umumnya kental seperti gel ataupun krim.

Sedangkan bahan yang umumnya dipakai pada produk hydrating adalah hyaluronic acid, gliserin, pantenol, propylene glycol, alpha hydroxy acids (AHA), kolagen, dan madu. Konsistensinya cenderung lebih cair dibanding produk moisturizing.

Penggunaan Produk Moisturizing dan Hydrating

beda moisturizing dan hydrating pada skincare

Beda moisturizing dan hydrating seperti yang sudah disebutkan di atas mungkin memunculkan pertanyaan, manakah produk yang diperlukan kulitmu?

Sebenarnya jawabannya adalah sesuaikan dengan kondisi kulit yang kamu miliki. Jika kulitmu cenderung mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti kemerahan, meradang ataupun terasa gatal, kamu dapat menggunakan produk yang hydrating.

Jika kulitmu cenderung kering, kamu dapat menggunakan moisturizer dan juga produk hydrating. Yes, kedua produk ini boleh kamu gunakan bersamaan. Karena keduanya punya manfaat tersendiri yang akan membuat kulit terhidrasi serta mengunci kelembapan dan hidrasi kulit.

Produk moisturizing dan hydrating pun juga boleh dipakai oleh pemilik kulit tipe berminyak. Karena kulitpun memerlukan pelembap tambahan, dan juga produk yang dapat membuat kelembapan kulit tetap terjaga. Selain itu, kulit berminyak pun juga bisa mengalami dehidrasi. Ketika kulit berminyak dehidrasi, maka produksi minyak bisa semakin banyak, yang akhirnya membuat kulit jadi mudah berjerawat dan muncul komedo.

Perlu diperhatikan bagi pemilik kulit berminyak, dalam pemilihan moisturizer, pilih yang kandungannya bebas oil dan non-comedogenic, agar tidak membuat wajah semakin berminyak dan menyumbat pori-pori.

Itulah beberapa hal terkait beda moisturizing dan hydrating pada produk skincare yang biasanya diperuntukkan untuk permasalahan kulit dehidrasi dan juga punya klaim melembapkan kulit. Sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan produk dengan dua fungsi ini (ataupun salah satunya), akan lebih baiknya kamu mengetahui terlebih dulu kondisi kulit yang kamu miliki, apakah tipe kering, berminyak, berjerawat, normal ataupun kombinasi. Dengan begitu, kamu dapat menentukan perawatan wajah mana yang tepat untuk kondisi dan permasalahan kulit yang kamu miliki.

Related posts

Efektifkah Mengompres Jerawat Untuk Menghilangkannya? Ini Jawabannya!

Marsyaviani Darestuti

Wajib Tau, Inilah Beragam 13 Jenis Kuas Make Up dan Fungsinya

Marsyaviani Darestuti

Jangan Asal Beli, Begini Cara Memilih Skincare yang Tepat

Leave a Comment