Image default
Psikologi

7 Ciri-Ciri Depresi Pada Remaja yang Harus Diwaspadai

Banyak orang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang paling indah. Tetapi juga masa remaja menjadi masa-masa yang cukup menakutkan. Cukup banyak remaja yang mengalami depresi di masa remaja. Lantas, apa ciri-ciri depresi pada remaja?

Sebagai orang tua, sudah semestinya kita lebih perhatian terhadap sang buah hati, apalagi disaat usia remaja, sifat labil karena sedang mencari jati diri bisa saja menjadi beban tersendiri. Munculnya rasa khawatir, cemas, galau, curiga, cemburu dan sifat buruk lain dapat membuat remaja mudah diserang depresi.

Dari banyak ciri-ciri depresi pada remaja, ada 7 ciri yang harus kita perhatikan dan segera cegah untuk terus berlanjut. Karena jika depresi berlanjut dan kita sebagai orang tua tidak peka bisa saja anak semakin merasa terpuruk dan terjerumus lebih dalam pada jurang depresi.

Ada baiknya sebagai orang tua, kita mampu menjadi tauladan, guru, dan juga teman bagi anak kita. Dengan begitu anak tidak terjerumus lebih dalam pada rasa depresi. Artikel ini akan membahas ciri-ciri depresi pada remaja yang harus kita waspadai.

Apa itu Depresi?

Depresi merupakan gangguan mental yang dapat menyerang siapa saja. Depresi biasanya menyerang seseorang yang memiliki tingkat stress tinggi. Dalam beberapa kasus depresi dapat menyebabkan mood turun, nafsu makan hilang, pusing, cemas, merasa kacau dan masih banyak lagi.

Tingkat depresi juga dapat dipengaruhi akibat pertumbuhan maupun perkembangan hormon. Makadar iitu depresi sangat mudah menyerang remaja dimasa pertumbuhan dimana hormon dan mood yang masih labil membuat remaja mudah stress, dan jika dibiarkan tumpukan stress dapat menjadi depresi.

Depresi yang tidak segera diatasi dapat menimbulkan banyak hal. Dalam beberapa kasus bahkan 90% alasan bunuh diri adalah tingkat depresi yang diderita sudah tidak dapat terbendung.

Baca Juga: Apa itu mind Mapping dan Bagaimanakah Cara Membuat Mind Mapping?

Faktor Apa yang Dapat menimbulkan Depresi Pada Remaja?

Sebenarnya ada banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi namun untuk skala besarnya ada dua klasifikasi penyebab depresi, yaitu faktor external dan internal. Faktor internal disini lebih mengarah pada hormon bisa jadi karena masa pertumbuhan, adanya gangguan, kelebihan makanan manis, kondisi fisik, maupun masa menstruasi.

Faktor internal lain seperti gen bawaan, serangan panik, cedera pada bagian fital terutama kepala. Fonis penyakit mematikan seperti kanker, jantung koroner yang dapat mengancam jiwa.

Untuk faktor external yang dapat mempengaruhi terjadinya depresi sangat beragam terutama adalah hal-hal yang dapat memicu stress seperti pekerjaan yang menumpuk, toxic parent dan masih banyak lagi

Ada juga faktor external yang memicu kesedihan mendalam seperti masalah percintaan, perundungan, kehilangan sosok yang di sayang. Gagal dalam melakukan sesuatu yang menurutnya penting juga dapat menimbulkan depresi.

Penyebab Depresi pada Remaja

Ciri-Ciri Depresi Pada Remaja

Sebagai orang tua kita harus tanggap apabila sang buah hati mulai mengalami perubahan di masa pubertas. Beberapa ciri-ciri depresi pada remaja ini lebih baik segera ditangani agar tidak berlanjut dan dapat beresiko menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

1, Galau, Mudah Tersinggung, dan Emosi yang Meluap

Ciri-ciri depresi pada remaja yang pertama adalah terjadinya perubahan emosi pada remaja seperti galau, mudah tersinggung dan emosi yang meluap-luap. Remaja akan mulai menemukan masalah yang mungkin membuatnya kalut dan membuatnya bersedih.

Remaja yang berada pada fase ini akan sangat mudah tersinggung dan terkadang tidak mau menerima kritik. Bahkan beberapa kasus remaja tersebut dapat meluapkan emosi karena sesuatu hal sepele, pada sebuah kasus emosi remaja yang meluap dapat disalurkan melalui membanting atau merusak barang disekitarnya.

2. Hilangnya Nafsu Makan

Selanjutnya adalah fase dimana remaja mulai kehilangan nafsu makan. Hal ini harus kita waspadai, karena bagaimanapun manusia membutuhkan asupan nutrisi untuk melakukan aktifitas sehari harinya.

Selain berpengaruh pada kebugaran diri, jika remaja kurang asupan makanan bisa saja ia terserang pengakit lambung seperti maag maupun kekurangan serat. Banyak penyakit juga dapat ditimbulkan karena hilangnay nafsu makan. Apalagi saat ia juga mogok minum, bisa saja tubuh menjadi dahidrasi karena kekurangan cairan.

3. Penurunan Energi

Ciri-ciri depresi pada remaja selanjutnya adalah penurunan energi yang membuat anak remaja jadi mager atau males gerak. Hal ini akan sangat mengganggu rutinitas remaja tersebut. Penurunan energi juga sangat berhubungan pada faktor penurunan nafsu makan.

Remaja dengan tingkat depresi tinggi tidak akan dapat melakukan sesuatu dengan maksimal. Sehingga akan menurunkan produktifitas remaja tersebut entah dalam pendidikan, dalam berkatya hingga bersosialisasi.

Baca Juga: Pengertian Insecure dan Ciri-Cirinya

4. Mudah Panik, Cemas, dan Pesimis

Depresi pada remaja dapat sangat berpengaruh pada emosinya. Anak yang mulai mengalami serangan panik mendadak, mudah cemas tanpa alasan dan cenderung pesimis sebelum melakukan sesuatu pastinya akan sangat mengganggu pribadinya.

Bahkan hal ini dapat berpengaruh dimasa depan remaja tersebut jika terus dibiarkan. Karena emosi-emosi negatif tersebut dapat mempengaruhi perilaku dari sang remaja. Sehingga secara tidak sadar akan menjadi kebiasaan dan dapat terbawa pada kehidupan bermasyarakat atau karirnya nanti.

5. Insomnia Atau Pola Tidur Yang Tidak Baik

Remaja yang mengalami depresi sedikit demi sedikit akan mempengaruhi pola tidurnya. Kondisi ini bisa sangat memburuk jika terus dibiarkan karena jika insomnia semakin berat dan kebutuhan tubuh untuk istirahat tidak terpenuhi, maka akan timbul beberapa gangguan pada fungsi tubuh.

Memikirkan sebuah masalah yang ditimbun secara terus menerus juga akan membuat otak remaja tersebut terus terjaga. Jadi waktu jeda yang dibutuhkan otak tidak terpenuhi dan jika terlalu parah bisa terjadi gangguan pada kejiwaan remaja tersebut.

6. Sering Mengeluh dan Mudah Bosan

Anak yang mengalami depresi juga sering melampiaskan tenaga untuk memikirkan masalah yang dialami. Hal ini dapat berpengaruh pada kondisi dari remaja tersebut, banyak kasus yang terjadi adalah remaja tersebut akan sering mengeluh dan mudah bosan.

Bahkan untuk hal yang paling disenanginya, remaja depresi bisa merasa bahwa yang dilakukan akan sia-sia karena tidak membantu menyelesaikan akar permasalahan yang ia alami

7. Mengurung Diri dan Semakin Tertutup

Jika remaja sudah mulai bertingkah aneh dan seolah menyembunyikan sesuatu, apalagi jika remaja tersebut lebih memilih menyendiri di kamar dan menutup diri pada orang disekitarnya. Maka orang tua harus sigap dan segera mencari solusinya.

Hampir 80% orang melakukan bunuh diri dimulai dengan menutup diri dari dunia luar dan orang sekitarnya. Maka dari itu orang tua harus bisa menjadi tempat pulang, teman curhat dan panutan bagi remaja agar tidak melakukan hal yang tidak diinginkan.

Mengurung diri menjadi salah satu ciri remaja depresi

Hal Apa yang Harus dilakukan Saat Remaja Mengalami Depresi?

Sebagai orang tua atau orang disekitarnya saat remaja tengah mengalami depresi ada beberapa hal yang dapar dilakukan saat ia mulai menunjukkan ciri-ciri depresi pada remaja.

  • Berikan kenyamanan pada remaja tersebut agar lebih terbuka.
  • Komunikasi dengan remaja tersebut.
  • Jadi pendengar yang baik.
  • Gunakan bahasa yang interaktif dan tidak terkesan mencari tahu.
  • Minta pendapat atas masalah yang dialami.
  • Beri pendapat jika remaja mulai meminta solusi.
  • Jangan gunakan bahasa penolakan di awal percakapan.
  • Lakukan kegiatan yang menyenangkan untuk memulihkan mood remaja tersebut.
  • Hubungi psikolog dan psikiater jika perlu.
  • Berikan dukungan dengan sabar dan pengertian.

Menjadi orang tua yang bijak memang tidak mudah. Tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua. Belajar dari para ahli psikologis dalam mendeteksi depresi pada remaja merupakan suatu langkah yang tepat untuk mencegah terjadinya depresi pada anak remaja Anda pada tingkat yang lebih parah.

Related posts

Pengertian Mental Health dan Rahasia Menjaga Kesehatan Mental

Ayu Lusiani

Apa itu mind Mapping dan Bagaimanakah Cara Membuat Mind Mapping?

Rostina Alimuddin

Perhatikan 6 Cara Menghindari Zina Bagi Remaja Ini!

Marsyaviani Darestuti

Leave a Comment