Image default
Psikologi

Dampak Cerita Cinta Remaja Negatif Bagi Para Pelajar & Solusinya!

Semakin banyaknya cerita cinta remaja negatif yang bermunculan di sekililing kita tak hanya disebabkan oleh pengaruh media televisi yang sering menayangkan adegan-adegan sinetron di bawah umur. Lebih dari itu, kurangnya peran orang tua dalam mendidik anak juga turut menyebabkan banyaknya kisah cinta remaja yang sangat tidak sehat di era seperti saat sekarang ini.

Banyak orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya membuat mereka akhirnya abai dengan gaya pacaran anak-anak mereka. Gaya hidup perkotaan yang semakin bebas dan jauh dari nilai-nilai masyarakat juga turut berperan dalam membentuk kisah cinta para remaja yang toxic. Lalu, apa saja dampak yang ditimbulkan dari gaya pacaran remaja yang tidak sehat ini? Yuk, mari kita bahas.

Dampak Cerita Cinta Remaja Negatif

Dampak Cerita cinta negatif remaja

Memiliki Kepribadian yang Lemah

Pacaran di usia yang masih relatif muda memang memiliki banyak resiko salah satunya ialah pada sisi mental atau psikologi sang anak. Karena masih muda, maka emosi mereka pun masih labil sehingga sangat mungkin untuk menciptakan hubungan yang tidak sehat. Pada akhirnya, hubungan yang seperti ini hanya akan menganggu konsentrasi mereka di sekolah. Tak hanya itu saja, kreatifitas dan kepercayaan diri mereka yang harusnya berkembang di usia remaja malah terhambat karena circle kisah cinta yang negatif.

Baca Juga: 10 Kondisi Psikologi Pria Setelah Putus, Kamu yang Mana?

Memiliki Gaya Hidup yang Hedon

Dampak negatif lainnya dari kisah cinta remaja ini ialah munculnya gaya hidup yang hedon. Tentu untuk menyenangkan hati pasangannya maka banyak remaja akan rela melakukan apapun. Usia remaja adalah masa di mana anak ingin memperoleh pengakuan dari lingkungannya termasuk dari pasangannya sendiri. Tak jarang, untuk memenuhi pengakuan itu mereka akan meminta uang yang banyak dari uang orang tuanya. Kalau sudah begini maka orang tua pun akan terkena imbasnya.

Dampak Cerita Cinta Negatif Remaja Menjadi Stress

Para remaja yang menjalin kisah cinta negatif dengan pasangannya juga rentang mengalami stress. Berbagai masalah yang mereka alami akan berdampak buruk pada fisik dan mental mereka. Pada akhirnya, banyak remaja yang melampiaskan stress pada diri mereka dengan menjadi pribadi yang agresif dan toxic di lingkungannya.

Menjadi Anti Sosial

Karena telah memiliki pasangan maka, biasanya anak akan lebih meluangkan waktunya pada pasangannya tersebut. Secara perlahan, mereka pun akan menjadi anak yang anti sosial dan tak berinteraksi lagi dengan lingkungannya. Terlebih jika salah satu dari mereka memiliki sifat yang possessive. Hal ini justru akan semakin menjauhkan sang anak untuk bergaul dengan orang lain.

Peran Orang Tua Dalam Menangkal Gaya Pacaran Remaja yang Negatif

Peran orang tua dalam urusan percintaan remaja

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa orang tua memiliki peran penting agar anak-anak mereka tidak mudah terjerumus dalam hubungan cinta yang negative. Pada dasarnya, rasa saling suka antar lawan jenis memang merupakan sesuatu yang wajar di usia remaja. Namun, tetap saja, orang tua harus bertanggung jawab penuh pada setiap masa perkembangan anak-anak mereka.

Untuk mencegah perilaku negative ini maka orang tua perlu melakukan pendekatan sejak dini kepada anak-anak. Komunikasi dan interaksi yang terjalin dengan baik akan membuat anak lebih terbuka kepada orang tuanya, termasuk dalam menceritakan orang yang mereka sukai. Keterbukaan seperti ini akan membuat anak percaya pada orang tua mereka.

Kemudian, orang tua juga perlu mengontrol berbagai tayangan yang ditonton oleh anak-anak mereka. Seperti yang telah diketahui, jika saat ini sangat banyak sinetron remaja yang tidak mendidik dan tidak mencerminkan kehidupan remaja yang seharusnya. Terlebih dengan semakin majunya industri digital dan internet yang semakin memudahkan para remaja untuk mengakses berbagai jenis platform dewasa.

Baca Juga: 10 Lagu Cinta Anak Muda yang Mewakili Rasa Kasmaran dan Galaumu

Agar masa-masa remaja anak-anak kita jauh dari hubungan percintaan yang negatif serta lingkungan yang tidak sehat maka orang tua wajib mengambil langkah cepat untuk menanggulanginya. Menjadi orang tua yang terbuka, selalu memberi nasihat serta mendukung penuh setiap aktifitas positif yang dilakukan anak di sekolah merupakan beberapa cara untuk menjauhkan anak dari circle yang negative.

Cerita cinta remaja negatif yang semakin menjamur di tengah lingkungan kita saat ini memang amat meresahkan. Dan bukan tidak mungkin jika anak kita bisa menjadi salah satu korban ataupun pelaku dari hubungan yang tidak sehat ini. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya para orang tua lebih memperhatikan lagi periode krusial perkembangan anak mereka terutama di masa remajanya.

Related posts

10 Kondisi Psikologi Pria Setelah Putus, Kamu yang Mana?

Jenis-jenis Perundungan yang Perlu Diketahui

Ayu Lusiani

7 Ciri-Ciri Depresi Pada Remaja yang Harus Diwaspadai

Primaditya Riesta

Leave a Comment