Image default
Psikologi

10 Kondisi Psikologi Pria Setelah Putus, Kamu yang Mana?

Momen-momen setelah putus cinta biasanya dilalui dengan cara yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Banyak yang menganggap jika perempuan identik dengan menangis dan galau berhari-hari setelah putus cinta. Sedangkan kebanyakan kaum pria sulit untuk menunjukkan rasa sedih mereka. Banyak kaum pria psikologi pria setelah putus.

Kaum pria lebih memilih untuk tidak curhat atau bercerita kepada sahabat terdekat mereka dan lebih memilih untuk tetap memendam sendiri kesedihannya seorang diri.

Baca Juga: Konsultasi ke Klinik Psikologi UI, Kayak Apa Sih?

Namun, dibalik tangguh dan kuatnya sosok pria pada dasarnya mereka tetaplah manusia yang juga merasakan rasa sakit hati. Siapa yang menyangka jika kondisi psikologi pria ternyata bisa jauh lebih parah dari kaum perempuan yang lebih leluasa menunjukkan kesedihannya. Lalu, bagaimana kondisi psikologi pria setelah putus? Selengkapnya silahkan menyimak ulasannya berikut ini.

1. Gaya hidup berantakan

Psikologi Pria Setelah Putus, Gaya Hidup makin berantakan
Source: Herworld.co.id

Setelah putus cinta, terlebih saat diputuskan oleh perempuan yang disayanginya, kebanyakan kaum pria akan memiliki gaya hidup yang berantakan. Kondisi mental yang kacau cenderung membuat para pria mengubah gaya hidupnya yang teratur sebelumnya menjadi lebih berantakan. Kondisi seperti ini justru akan membuat mereka terjebak ke gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok bahkan mabuk-mabukkan.

2. Rentan depresi

Ketika memiliki kekasih maka kaum pria akan meluapkan semua rasa suka dan dukanya kepada perempuan yang dicintainya. Berbagi cerita memberikan rasa lega dan bahagia sehingga rasa stress yang sebelumnya dirasakan menjadi lebih berkurang. Sebaliknya, saat telah single maka para pria tak memiliki tempat yang tepat lagi untuk berbagi cerita. Pada saat di posisi seperti ini maka kebanyakan pria akan rentan terhadap depresi. Kehilangan orang yang selalu menjadi pendengar setia dan supporter terbaik pada akhirnya akan memicu rasa stress yang luar biasa.

3. Koneksi terbatas

Karena tidak memiliki banyak koneksi seperti kaum perempuan, maka kebanyakan pria akan lebih menutup diri dan memendam perasaan sedih mereka seorang diri. Tidak memiliki banyak koneksi bukan berarti kaum pria tidak memiliki kerabat, sahabat ataupun keluarga akan tetapi untuk membagikan perasaan mereka secara personal kepada orang-orang tersebut adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Meskipun mereka memiliki orang-orang terdekat sebagai tempat curhat pun, para kaum pria tidak memiliki tingkat atau frekuensi pembicaraan yang lebih dalam seperti halnya kaum perempuan. Beberapa penelitian juga menyebutkan jika pria cenderung sulit berinteraksi dan meminta bantuan kepada orang-orang termasuk sahabatnya saat mengalami putus cinta.

4. Lebih membutuhkan pasangan

Kondisi mental yang berantakan membuat banyak pria selalu membutuhkan pasangan. Jika dibandingkan dengan kaum perempuan, kaum pria akan lebih cepat dan lebih menemukan pasangan baru. Hal ini dikarenakan para pria selalu membutuhkan kasih sayang. Sementara para perempuan lebih memilih menikmati hidup sendiri terlebih dahulu. Mereka ingin menikmati kebebasan setelah sekian lama terus bersama sang pria. Melihat fakta ini maka tidak bisa dipungkiri jika kaum pria adalah kaum yang memang selalu bergantung kepada kekasihnya setiap saat.

5. Strategi bertahan yang berbeda

Selain menutup diri dan menyembunyikan kesedihannya, beberapa pria juga bisa menjadi mahluk yang penuh amarah dan emosi. Mereka akan melampiaskan amarah mereka kepada orang-orang disekitarnya atau bahkan melampiaskannya pada dirinya sendiri. Sebut saja dengan mabuk-mabukkan hingga menggunakan narkoba. Sedangkan perempuan sendiri akan memilih strategi bertahan dengan cara berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Mereka akan memilih untuk hangout, travelling dan menghabiskan banyak waktu bersama sahabat-sahabatnya.

6. Menghabiskan Waktu dengan Hobinya

Psikologi pria setelah putus memilih menghabiskan waktu dengan hobi
Source: Kompas.com

Psikologi pria setelah putus cinta yang cenderung memilih menyendiri juga akan membuat mereka lebih fokus terhadap hobinya. Mereka akan berusaha mencari hal lain yang bisa mengalihkan pikirannya dari perasaan sedih setelah putus cinta. Maka beruntunglah seorang pria yang memang memiliki hobi seperti main game ataupun futsal sehingga mereka bisa mengajak teman-temannya untuk bermain bersama.

Meskipun terlihat baik-baik saja akan tetapi perasaan susah move on dan sedih pastilah masih menyelimuti perasaan kaum pria. Menghabiskan banyak dengan hobi mereka hanyalah salah satu cara untuk menghindari kenangan yang menyakitkan tersebut.

7. Lebih Banyak Bekerja

Selain fokus pada hobi mereka, para pria juga akan memilih menghabiskan banyak waktunya untuk bekerja saat patah hati. Jika umumnya perempuan lebih memilih menyendiri di kamar selama berhari-hari maka bagi pria melakukan banyak pekerjaan adalah cara untuk melupakan semua rasa sakit setelah putus cinta. Menjadi produktif dalam bekerja bukanlah hal yang disukai oleh para pria tapi demi mengindari munculnya rasa sedih itu mereka pun memutuskan untuk terus bekerja hingga melupakan rasa sakit hatinya.

8. Mendekati Perempuan Lain

Seorang pria yang baru saja putus memang akan lebih mudah untuk kembali mendekati perempuan lain. Namun, kebanyakan pria yang mendekati atau jalan dengan perempuan lain setelah putus biasanya hanya menjadikan perempuan tersebut sebagai pelampiasan. Mungkin mereka akan terlihat pamer untuk memperkenalkan kekasih barunya akan tetapi jauh di dalam lubuk hatinya, mereka belum sepenuhnya move on dan masih merasakan sakit hati.

Meskipun mereka telah menemukan kekasih baru akan tetapi kenangan tentang mantannya biasanya masih melekat diingatannya. Maka jangan heran jika banyak pasangan yang bertengkar karena pasangannya terus mengingat atau membicarakan kehidupan atau kebiasaan mantannya yang dulu.

9. Terjebak Pada Momen Kilas Balik

Selanjutnya, hal lain yang biasanya sering terjadi pada pria setelah putus cinta ialah terjebak pada masa atau kenangan dengan mantan kekasihnya. Jika seorang pria benar-benar sulit melupakan perempuan yang ia cintai maka sekuat apapun ia menghindar dan melupakannya, ia akan tetap terjebak pada kenangan di masa-masa pacaran. Ini menandakan bahwa pria tersebut masih sangat merindukan mantannya dan masih sulit untuk move on.

Biasanya pria akan terjebak pada tempat-tempat yang sering ia kunjungi atau dengan melihat barang-barang pemberian dari mantannya. Meskipun terlihat biasa-biasa saja akan tetapi moment kilas balik dari tempat dan barang-barang tersebut bisa membuat pria susah move on dari kenangan masa lalunya.

10. Melakukan Hal Negatif

Tergangunya psikis bisa membuat pria melakukan hal negatif
Source: IDNTimes.com

Psikologi pria setelah putus memang berbeda-beda antara satu pria dengan pria lainnya. Namun, hal yang paling berbahaya dari efek putus cinta ini ialah ketika mereka melakukan hal negative yang sangat beresiko bagi nyawanya. Melampiaskan amarah atau melempar barang-barang termasuk perilaku toxic yang belum terlalu parah. Jika sudah melakukan tindakan kekerasan kepada sang perempuan maka hal ini sudah berada di luar batas.

Oleh sebab itu perilaku toxic dalam hubungan adalah hal yang sangat berbahaya. Pria toxic akan melakukan apapun untuk melampiaskan amarahnya termasuk memukul kekasihnya. Mereka juga bisa menyakiti diri mereka sendiri  hingga yang paling beresiko ialah melakukan tindakan bunuh diri atau membunuh lawan jenisnya.

Psikologi pria setelah putus cinta pada dasarnya bervariasi. Ada yang terlihat biasa-biasa saja tapi menyembunyikan kesedihannya. Ada pula yang menunjukkan rasa sakit hatinya dengan melakukan tindakan yang paling berbahaya. Oleh sebab itu, hindarilah pasangan yang memiliki perilaku toxic saat menjalin suatu hubungan. Hal ini demi kesehatan mental dan juga keselematan nyawa kalian.

Related posts

Konsultasi ke Klinik Psikologi UI, Kayak Apa Sih?

Rumi

Punya Sisi Unik Dari Saudara Lainnya, Cek Fakta Anak Kedua Berikut Ini!

Rostina Alimuddin

Pengertian Insecure dan Ciri-Cirinya

Rostina Alimuddin

Leave a Comment