Image default
Beauty

Tata Cara Perawatan untuk Kulit Berjerawat Sesuai Jenisnya

Siapa yang tidak pernah jerawatan? Hampir setiap orang dalam hidupnya pernah atau setidaknya sekali mengalami jerawatan. Jerawatan paling sering terdapat di muka, bahu dan punggung. Pada bagian wajah, umumnya jerawat tumbuh di area dahi dan dagu. Jerawat yang tumbuh tidak memberikan rasa sakit, kecuali bila terjadi peradangan berat. Bagaimana menjalaini perawatan untuk kulit berjerawat?

Munculnya jerawat membuat penderitanya merasa malu dan tidak percaya diri, sehingga dapat mengurangi kualitas hidup. Perawatan untuk kulit berjerawat memang susah-susah gampang. Karena jenis kulit orang berbeda-beda dan kondisi jerawatnya pun berbeda.

Melakukan perawatan kulit berjerawat bisa dimulai dengan mengetahui jenis dan penyebab jerawat tersebut. Banyak hal yang dapat memicu tumbuhnya jerawat seperti hormon, genetik, stress atau karena faktor kurangnya kebersihan kulit.

Baca Juga: 7 Cara Mudah Membuat Kulit Wajah Glowing yang Sehat

Jenis jerawat dibagi menjadi dua macam, yakni jerawat tanpa peradangan, jerawat jenis ini biasanya berbentuk komedo putih dan hitam. Dan jerawat dengan peradangan. Jerawat peradangan umumnya terdapat 3 level, yakni peradangan ringan, sedang, dan tingkat peradangan parah.

Jenis Jerawat Non-Inflamasi Serta Perawatannya

Komedo Putih

Umumnya komedo terbentuk ketika minyak yang dihasilkan kulit bercampur dengan sel–sel kulit mati dan menyumbat pori-pori. Komedo putih biasanya banyak terlihat di sekitar hidung dan dagu. Berbentuk bintik-bintik berwarna putih susu. Bahkan kadang-kadang ada rambut yang tumbuh di tengah-tengah komedo. Komedo putih biasanya disebabkan oleh perubahan hormon  yang membuat produksi minyak wajah atau sebum berlebih.  Kelebihan produksi minyak pada kulit inilah yang rentan membuat pori-pori tersumbat.

Komedo Hitam

Komedo hitam  terbentuk  ketika folikel rambut di kulit tersumbat oleh minyak berlebih  dan sel-sel kulit mati sehingga menimbulkan sumbatan. Jika kulit di atas sumbatan tersebut terbuka, maka udara di sekitar akan menyebabkan  warna sumbatan tersebut menjadi hitam. Jadi warna hitam dari  komedo hitam bukan karena kotoran yang terjebak di dalam pori-pori kulit.

Perawatan kulit berjerawat dengan memperhatikan komedo

Perawatan Jerawat Non Inflamasi

Lalu bagaimana melakukan perawatan untuk kulit berjerawat tipe ini? Perawatan kulit berkomedo dapat dilakukan dengan rajin membersihkan wajah sebelum tidur, terutama kalau memakai make up setiap hari. Dianjurkan membersihkan wajah dua langkah dengan lossion pembersih dan toner atau sabun, namun jangan gosok kulit terlalu kencang agar tidak menimbulkan iritasi.

Kamu juga bisa menggunakan uap hangat di dalam wadah  dan mendekatkan uapnya ke arah wajah selama satu menit. Kemudian gunakan pinset steril untuk mengambil komedo. Lakukan dengan perlahan dan hati -hati agar tidak terjadi luka pada kulit.

Gunakan juga produk-produk berlabel non – comedogenic, sehingga tidak menimbulkan komedo pada kulit. Pola hidup yang sehat dengan mengurangi makanan berlemak dan berminyak juga sangat dianjurkan. Jangan lupa untuk mengurangi paparan sinar matahari dan selalu menggunakan tabir surya untuk menjaga kulit.

Jerawat dengan Inflamasi

Papula

Jerawat papula merupakan jerawat dengan tingkat peradangan ringan. Berbentuk benjolan kecil berwarna kemerahan atau merah muda, berbentuk padat dan lembut. Tidak seperti komedo, Papula tidak memiliki pusat yang terlihat dan pori-porinya pun tidak membesar. Kadang papula timbul banyak seperti bruntusan.

Dikutip dari Healthline Papula terbentuk  disebabkan komedo dan bakteri di kulit yaitu Propionibacterium acnes (P. Acnes). Jika komedo pecah  dan menyebarkan bakteri di dalam jaringan kulit, tubuh akan merespons dengan peradangan untuk melawan bakteri. Lesi yang meradang inilah yang berupa papula.

Jerawat Pupula

Penyebab utama papula adalah bakteri, minyak berlebih serta banyaknya hormon androgen. Selain itu Papula juga bisa dipicu oleh stres berlebih dan terlalu banyak mengkonsumsi gula.

Perawatan Jerawat Papula

Untuk melakukan perawatan kulit berjerawat papula bisa dilakukan dengan membersihkan wajah dua kali sehari.  Pilihlah pembersih wajah yang tepat. Pengobatan  bisa dilakukan dengan salep jerawat yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida.

Jangan memencet jerawat atau sering-sering menyentuhnya dengan tangan, karena akan menyebabkan peradangan memburuk dan bahkan bisa menimbulkan bekas jerawat. Hindari pula penggunaan make up atau lossion pada area berjerawat papula karena bisa menambah sumbatan pori-pori.

Apabila dalam dua minggu jerawat tidak membaik dan malah bertambah banyak, maka ada baiknya berkonsultasi ke dokter kulit.  Biasanya dokter kulit kemungkinan akan memberikan pengobatan berupa antibiotik, benzoil peroksida dan retinoid. Apabila parah maka dokter biasanya akan memberikan suntikan jerawat.

Jerawat Pustula

Pustula berbentuk benjolan yang lebih besar daripada papula, berwarna kemerahan atau merah muda. Pustula memiliki pusat jerawat yang terlihat berwarna putih pada ujungnya, karena pustula berisi nanah. Jadi pustula terlihat seperti komedo putih yang besar dan meradang. Ketika peradangan pada pustula parah, maka pustula bisa menjadi kista atau jerawat kistik.

Pada umumnya Pustula terbentuk dari komedo yang meradang, ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak dan sel -sel kulit mati. Pustula juga dapat terbentuk ketika kulit meradang akibat reaksi alergi terhadap makanan, allergen lingkungan atau gigitan serangga beracun.

Jerawat Pustula

Biasanya pustula muncul bersamaan dengan papula. Apabila pustula muncul dalam jumlah yang cukup banyak sehingga mengganggu penampilan, maka telah terjadi inflamasi atau peradangan yang cukup serius. Meskipun sangat gatel ingin memencetnya, tahanlah keinginan tersebut  dibandingkan Anda menyesal nantinya. Karena memencet pustula yang sedang radang bisa menyebabkan jerawat bertambah parah dan bisa menimbulkan lubang atau bekas luka parut pada wajah.

Perawatan untuk kulit berjerawat pustula ringan bisa dilakukan dengan cara mencuci wajah dua hari sekali dengan sabun atau  kombinasi losion pembersih dengan sabun tergantung jenis kulit. Jangan menggosok terlalu kencang area yang berjerawat agar tidak terjadi iritasi. Gunakan produk anti jerawat yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat dan sulfur.  Bila terjadi peradangan parah pada jerawat pustula serta menimbulkan rasa nyeri sebaiknya segera konsultasi ke dokter kulit.

Nodul

Jerawat nodul berbentuk benjolan kecil, tapi di dalam kulit dengan warna merah, sehingga tampak seperti pigmentasi merah pada kulit.  Tidak ada “mata” atau pusat jerawat seperti pada pustula, dan terasa nyeri saat disentuh.  Sama seperti jerawat pada umumnya, jerawat nodul terbentuk disebabkan minyak sebum yang bercampur sel kulit mati dan menutup pori-pori.

Namun pada jerawat nodul penumpukan tersebut ditambah dengan bakteri P. Acnes. Infeksi bakteri tersebut bisa menimbulkan peradangan serius yang bisa masuk jauh ke dalam kulit. Hal ini bisa menyebabkan kulit menjadi merah dan bengkak.

Perawatan untuk kulit bejerawat nodul

Kistik

Umumnya disebut jerawat batu, yang terbentuk akibat penyumbatan minyak, sel kulit mati, di jaringan kulit yang lebih dalam daripada jerawat nodul. Jerawat jenis ini merupakan jerawat dengan tingkat peradangan terparah.

Pada permukaan kulit jerawat kistik tampak seperti bisul dengan ukuran lebih kecil. Jerawat jenis ini lebih lunak  daripada nodul karena berada pada permukaan kulit dan berisi nanah. Jerawat kistik dapat terus membesar karena infeksi bakteri di lapisan kulit atas. Sama seperti jerawat nodul, jerawat kistik juga menimbulkan rasa nyeri.

Perawatan untuk kulit berjerawat batu

Jerawat nodul dan jerawat kistik merupakan jerawat dengan tingkat peradangan cukup parah, apalagi kalau terasa nyeri. Untuk itu perawatan untuk kulit berjerawat nodul dan kistik tidak boleh sembarangan dan membutuhkan penanganan dokter spesialis kulit.

Biasanya dokter akan melakukan pengobatan dengan antibiotik untuk membunuh bakteri pada kulit. Selain itu kemungkinan dokter juga akan meresepkan pengobatan dengan kandungan benzoil peroksida, asam salisilat, retinoid dengan dosis yang lebih besar.

Hal yang harus dilakukan bagi penderita jerawat  nodul dan kistik adalah menjaga kebersihan wajah dengan mencuci muka dua kali sehari.  Selain itu jangan sesekali memegang jerawat nodul atau kistik dengan tangan yang belum dicuci apalagi memencet atau mencongkelnya, karena bisa menimbulkan bekas luka yang permanen yang sulit hilang.

Related posts

Perawatan Rambut ala Salon di Rumah? Bisa, Begini Caranya

Risma Mualifa

Essence Untuk Remaja yang Tidak Bikin Kantong Bolong!

Rostina Alimuddin

7 Kiat Make Up Flawless yang Wajib Kamu Coba untuk Hasil Natural

Rumi

Leave a Comment