Gaya Remaja

Waspada! Kenali Bahan-Bahan Kosmetik Berbahaya

Waspada Kosmetik berbahaya
Source: Viralpublik.com

Makeup atau kosmetik umumnya digunakan untuk membuat penampilan yang semakin maksimal. Barang wajib yang disukai banyak wanita ini juga bisa membantu untuk meningkatkan rasa percaya diri. Namun sayangnya, tidak sedikit kosmetik berbahaya yang punya bahan-bahan yang bisa merusak kulit, bahkan membahayakan kesehatan si pemakainya.

Bila kamu termasuk orang yang menyukai kosmetik, dan rutin menggunakannya, sebaiknya kamu mengetahui apa saja bahan-bahan berbahaya yang seharusnya tidak ada dalam sebuah kosmetik. Ini penjelasannya.


Hari Gini Belum Punya Website? Bikin Website Sekarang, Dapatkan Harga Spesial Khusus Hari Ini

Bahan-Bahan Kosmetik Berbahaya

1. Merkuri

Merkuri masuk dalam Bahan-Bahan Kosmetik Berbahaya

Bahan kosmetik berbahaya satu ini mungkin sudah sering kita dengar. Merkuri ini seringkali jadi bahan pengawet pada eye shadow, blush on, ataupun bedak. Merkuri juga bisa ditemukan dalam krim pemutih kulit atau wajah.

Namun, bila merkuri ini terserap oleh tubuh, bahan ini akan membuat terjadinya kerusakan otak dan juga saraf, penyakit ginjal, gangguan pada fungsi paru, masalah sistem pencernaan dan juga menurunnya daya tahan tubuh.


Baca Juga: Ciri-Ciri Kosmetik Berbahaya yang Patut Kamu Waspadai!

2. Formalin

Ada bahan Kosmetik yang terbuat dari formalin

Bahan satu ini umumnya dipakai untuk membuat jenazah lebih awet. Namun bila zat ini terserap oleh tubuh, akan bersifat karsinogen atau bisa memicu kanker.

Formalin ini juga bisa saja terdapat dalam beberapa kosmetik seperti krim pelurus rambut, sabun, sampo, tabir surya ataupun losion. Bila terpapar formalin terlalu lama dan sering, hal ini bisa menyebabkan meningkatnya risiko gangguan pernapasan, mual dan juga muntah, iritasi kulit bahkan kanker.

3. Hidrokuinon

Bahan-Bahan Kosmetik Berbahaya Hidrokuinon

Bahan ini biasanya digunakan di produk-produk pemutih kulit. Hidrokuinon pun sebenarnya diperbolehkan untuk digunakan, bila konsentrasinya dalam sebuah produk tidak melebihi 2%. Hidrokuinon ini bisa mengurangi jumlah melanosit, yang merupakan sel yang memproduksi melanin. Walaupun begitu, kamu tidak disarankan untuk menggunakan produk yang mengandung Hidrokuinon dalam jangka panjang ataupun tanpa anjuran dari dokter.

Karena, penggunaan Hidrokuinon dalam jangka panjang, berkaitan dengan terjadinya ochronosis yang merupakan kelainan pigmentasi, yang membuat kulit jadi mengalami bercak-bercak hitam kebiruan.

Bahkan bila hidrokuinon ini digunakan berlebihan di kulit yang cenderung sensitif, atau kandungannya melebihi 2%, dapat memicu permasalahan kulit seperti kulit kering, iritasi kulit, kulit kemerahan dan terasa seperti terbakar.

4. Timbal

Bahan Kosmetik berbahaya lainnya terkadang menggunakan Timbal

Timbal merupakan logan beracun yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Namun sayangnya, timbal masih sering ditemui pada sejumlah produk lipstik.

Bahan satu ini bila terserap oleh tubuh dapat meningkatkan terjadinya risiko keracunan zat timbal hingga kerusakan ginjal. Pada ibu hamil, paparan timbal dalam jumlah yang besar bisa menyebabkan terjadinya keguguran, kelahiran prematur, dan juga berat badan bayi ketika lahir bisa rendah.


Hari Gini Belum Punya Website? Bikin Website Sekarang, Dapatkan Harga Spesial Khusus Hari Ini

5. Phthalates

Phthalates

Phthalates ini juga merupakan bahan berbahaya yang terdiri dari diethylphthalate (DEP), dimethylphthalate (DMP), dan juga dibutylphthalate (DBP). Zat kimia satu ini sering ditemukan pada kutek, sampo, sabun, parfum, losion ataupun hair spray.

Pada ibu hamil, paparan Phthalates, dapat membuat terjadinya peningkatan risiko gangguan perkembangan pada anak. Itulah kenapa sebaiknya ibu hamil berhati-hati ketika menggunakan kosmetik.


Baca Juga: Jangan Asal Beli, Begini Cara Memilih Skincare yang Tepat

Tips Memilih, Memakai dan Menjaga Kosmetik

Karena bahaya yang bisa ditimbulkan dari bahan-bahan di atas, maka kamu disarankan untuk lebih berhati-hati ketika memilih kosmetik atau makeup yang akan kamu beli dan gunakan. Nah, kamu bisa menerapkan beberapa cara ini ketika memilih, memakai dan juga menjaga kosmetik yang kamu gunakan:

  • Lebih cermat dalam membeli kosmetik. Sebaiknya, sebelum membeli, sebisa mungkin kamu mencari tau informasi mengenai kandungan bahan-bahan dalam kosmetik tersebut. Cari tau juga mengenai izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bila diperlukan, kamu juga bisa mencari produk yang sudah teruji kehalalannya.
  • Bila memungkinkan, usahakan untuk menggunakan produk kosmetik yang mencantumkan bahan-bahan yang digunakan di bagian label kemasannya.
  • Ketika menggunakan kosmetik, pastikan tanganmu sudah bersih, agar menjaga kesterilan dari produk. Ini juga dapat menjaga kulit dari munculnya jerawat ataupun iritasi yang seringkali disebabkan karena tangan yang kotor ketika menggunakan kosmetik.
  • Letakkan dan simpan kosmetik di wadah yang tertutup dan juga taruh di tempat yang kering dan sejuk atau tidak terpapar banyak sinar matahari. Paparan suhu panas ini akan merusak kandungan pengawet yang ada di kosmetik. Padahal pengawet ini dibutuhkan kosmetik untuk menjaganya dari bakteri. Selain itu, tempat yang lembap pun bisa memicu pertumbuhan bakteri pada produk kosmetik.
  • Periksa tanggal kedaluwarsa dari produk kosmetik yang kamu gunakan. Segera buang produk bila masa kedaluwarsa telah habis, berubah warna, ataupun berbau (aromanya berubah).
  • Sebaiknya tidak berbagi kosmetik dengan orang lain agar mencegah terjadinya infeksi ataupun penyebaran bakteri.

Mulai sekarang, selalu cermat dan berhati-hati dalam memilih kosmetik yang akan kamu gunakan. Pastikan bahwa produk yang kamu pilih tidak mengandung bahan kosmetik berbahaya yang sudah disebutkan di atas.



Related posts

Essence Untuk Remaja yang Tidak Bikin Kantong Bolong!

Rostina Alimuddin

4 Tutorial Menata Rambut Panjang untuk ke Pesta atau Kondangan

Linda Arista

Ternyata Begini Cara Mengetahui Jenis Kulit Wajah Kamu!

Rostina Alimuddin